Daftar Blog Saya

Minggu, 09 September 2012

problem biaya pendidikan


Pada setiap tahun  ajaran baru, selalu saja terdengar keluhan masyarakat terhadap mahalnya biaya pendidikan yang harus dibayar oleh orang tua atau wali murid. Selain itu juga adanya fasilitas pendidikan yang kurang memadai, seperti misalnya masih ada  gedung sekolah  ambruk, ruang belajar kurang tertata,  dan lagi pula fasilitas pendidikan dalam keadaan minim, dan   lain-lain. Problem-problem di seputar pendidikan seolah-olah tidak pernah ada hentinya.

Sementara pada sisi lain, pemerintah sudah menganggarkan pendidikan sebesar 20 % dari APBN. Dan sebesar itu tentu tidak sedikit dibanding anggaran untuk kementerian lain. Bahkan anggaran untuk pendidikan pada saat ini  adalah yang paling tinggi. Tidak ada anggaran kementerian lainnya yang melebihi besarnya anggaran yang diperuntukkan bagi kementerian pendidikan nasional.

Anggaran belanja   tersebut  digunakan untuk  membiayai penyelenggaraan pendidikan seperti untuk BOS,  peningkatan pendapatan  guru setelah mereka mendapatkan program sertifikasi, peningkatan kualitas professional guru baik melalui pemberian beasiswa studi  lanjut, penataran guru, kepala sekolah, maupun pengawas, melengkapi kebutuhan sarana dan  prasarana sekolah dan lain-lain.

Demikian pula, untuk mengamankan  dan memaksimalkan fungsi  anggaran tersebut, pemerintah telah mengeluarkan  berbagai peraturan terkait dengan pembiayaan sekolah. Misalnya bahwa,  sekolah tidak boleh memungut biaya tambahan dari orang tua atau wali murid.  Sekolah  yang melanggar  ketentuan itu,  maka kepala sekolah akan diberi sanksi. Namun demikian, keluhan-keluhan itu, ternyata  masih saja terdengar dari berbagai tempat. Ada saja sekolah yang menggunakan legitimasi komite sekolah, memungut biaya pendidikan. Akibatnya, terjadi protes dari orang tua atau wali murid, terutama dari mereka yang tidak mampu,  tentang adanya  pungutan biaya pendidikan itu.

Jika demikian halnya, maka sebenarnya  problem itu  adalah   terletak di sekolah masing-masing. Hal itu bisa dibuktikan dari kenyataan  bahwa, problem itu  antara sekolah satu dengan sekolah lainnya berbeda-beda. Terdapat sekolah yang tidak terjadi protes tentang biaya pendidikan, oleh karena tidak memungut biaya apapun dari wali murid, sementara di sekolah lain problem itu  selalu muncul karena  masih memungut biaya pendidikan.  

Menghadapi persoalan tersebut kiranya  perlu dicari sebab musababnya, mengapa sekolah masih  memungut  biaya pendidikan. Ada kalanya,  sekolah menghendaki prestasi lebih dari yang biasa, sehingga memerlukan dana tambahan. Sekolah  ingin memberikan pelayanan, untuk menyalurkan kreativitas para guru dan juga murid untuk meningkatkan prestasinya. Jika demikian halnya maka  pemerintah,  ---------melalui dinas pendidikan setempat, perlu  memberikan biaya lebih  terhadap  mereka yang kreatif seperti itu, agar  tidak melakukan  pemungutan biaya dari orang tua atau wali murid yang kurang mampu.

Dalam kehidupan sehari-hari, ternyata tidak semua orang  menginginkan hidup hanya sesuai dengan  standard. Banyak orang  ingin berprestasi lebih.  Keinginan itu seharusnya  diberikan  saluran,  namun harus  dicari cara yang sekiranya  tidak membebani orang tua atau wali murid.   Melarang kepala sekolah berkreasi, adalah kurang tepat. Sebab sekolah seharusnya  dijadikan  tempat lahirnya kreatifitas. Menghentikan  kreatifitas sama halnya dengan membunuh jiwa  sekolah itu sendiri. Hanya saja yang perlu dipikirkan lagi-lagi  adalah, bagaimana kreatifitas itu tidak membebani atau memberatkan orang tua atau wali murid.

Contoh-contoh hidup kreatif justru harus ditumbuh-kembangkan  oleh sekolah. Sebab kemajuan bangsa ini sebenarnya terletak dari adanya kreatifitas itu, dan sebaliknya bukan karena  keseragaman dari aturan yang ada.   Namun, memanage kreatifitas tidak selalu mudah, oleh karena itu banyak orang menghindarinya. Pemimpin yang tidak  mau repot,  biasanya lebih suka menegakkan peraturan. Sekalipun dengan begitu maka kreatifitas tidak muncul dan sebagai akibatnya tidak akan  ada kemajuan.

Saya termasuk orang  yang menyetujui, jika  kepala sekolah diberi ruang untuk mengembangkan kreatifitas seluas-luasnya. Namun mereka harus diberi tangung jawab agar memperhatikan  orang tua atau wali murid yang tidak mampu.  Pemerintah tidak perlu mengancam kepala sekolah sepanjang tidak menyalah-gunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi.  Pemerintah seharusnya menghargai dua hal sekaligus, yaitu  kreatifitas yang bisa dikembangkan oleh sekolah,  dan juga seberapa banyak pula mereka  berhasil membantu atau meringankan beban orang tua atau wali murid yang mengalami kesulitan. Dengan begitu maka sekolah akan berhasil melakukan peran-peran yang sebenarnya. Wallahu a’lam.
  

Senin, 02 Juli 2012

Minggu, 01 Juli 2012

CERITAKU

            Assalamualaikum dulur-dulurku,kawan-kawan ku dan sahabat-sahabatku semuanya.
Pertama aku masuk MI aku anaknya pendiam,penakut tapi rajin belajar dan gak pernah gak masuk sekolah walaupun itu sakit.suasana di sekolahan ku waktu itu belum begitu moderen,jadi yang sekolah disitu juga seperti itu,pas waktu itu aku ditunjuk untuk ikut lomba tartil di kecamatan pas waktu itu gak ada yang mau untuk mewakili sekolahan ku,akhirnya cuma aku yang di utus,kaU PUN mau

Sabtu, 23 Juni 2012

BANGUN LEBIH PAGI BIKIN HIDUP BAHAGIA


 Kebiasaan bangun lebih pagi memang banyak manfaatnya, bukan saja bagi kesehatan fisik tetapi juga jiwa. Penelitian para ahli pun membuktikannya. 
Analisa para ilmuwan dari Universitas Toronto Kanada menyimpulkan, mereka yang bangun lebih pagi secara umum memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. Orang yang bangun lebih pagi juga merasa lebih bahagia hidupnya dibandingkan yang bangun siang karena mereka lebih mudah beradaptasi dengan jadwal aktivitas sehari-hari.

Menurut peneliti, mereka yang sering bangun kesiangan dan lebih menyukai aktivitas di malam hari cenderung lebih mudah mengalami “social jet lag”.  Ini merupakan suatu kondisi di mana jam biologis tubuh seseorang menjadi tidak selaras dengan aktivitas sosial. Di lain pihak, “orang pagi” terbukti lebih segar, awas, waspada, bahagia dan lebih termotivasi untuk menghadapi  tantangan, selain juga mengalami peningkatan kekebalan tubuh.
Seperti yang dipublikasi dalam journal Emotion, peneliti menemukan bahwa sebagian besar orang cenderung mulai meninggalkan "kebiasaan malam" seperti masa mudanya dan menjadi rutin bagun pagi seiring dengan bertambahnya usia mereka. Renee Biss, pemimpin riset tersebut, mengatakan bahwa penemuan ini membuktikan untuk pertama kali bahwa orang berusia lanjut mengalami peningkatan rasa bahagia seiring dengan kebiasaan bangun yang lebih pagi.

Dalam penelitian ini, ada 435 orang dewasa berusia 17 hingga 38  tahun yang dibandingkan dengan 300 orang berusia 59 hingga 79 tahun. Kedua kelompok ini diminta mengisi kuisioner tentang kondisi emosional, kualitas kesehatan dan waktu favorit untuk berakitivitas.
Hasil kajian menunjukkan, menjelang usia 60 tahun, kebanyakan responden masuk dalam kategori "orang pagi". Kurang dari 10 persen responden berusia muda masuk dalam tipe ini. Seiring bertambahnya usia, statistik ini mengalami perubahan, dimana kurang dari tujuh persen dari populasi masih memiliki kebiasaan bangun siang.
"Apa yang paling menarik dari yang kami temukan adalah kecenderungan responden dewasa berusia lanjut untuk bangun pagi memiliki kontribusi pada mood yang lebih baik ketimbang orang dewasa muda. Orang pagi juga mengaku lebih bahagia ketimbang orang malam, terlepas dari apakah mereka masih muda atau tua. Dan penelitian kami mengindikasikan bahwa kecenderungan bangun lebih pagi seiring pertambahan usia mungkin memiliki manfaat secara emosional. Orang malam mungkin lebih rentan pada  social jet lag; yang berarti jam bilogis mereka tidak selaras denga  jam sosial ," kata Biss, mahasiswa Ph.D dari Departmen Psikologi Universitas Toronto.

hai temen temen ku semua

''Aku mau cerita nich baca ceritaku ya''

Namaku Achmad Cholis mustofa,kebanyakan temen ku sering manggil aku cholis kata temen ku itu sebutan buat orang choli,tapi aku PD aja bro biarin apa kata temen2 ku yang penting happy coy,,,,
aku sekarang tinggal di kota malang aku mondok brooo,,,
berarti aku bisa di bilang santri ya bro,iya lah tapi aku juga mahasiswa loh aku kulia di Uiniversitas Islam Negeri Maulana Malik ibrahim Malang bro keren kan,meskipun belum terkenal aku bangga dengan kampus ku,,apalagi dengan pondok ku broo,,,
aku punya banyak temen dari sabng sampai merauke loh,aku akan bercerita tentang masa kecil ku dlu ya,
aku dulu suka sama cewek pada waktu itu kalau gak salah aku kelas 5 aku mau nembak dia tapi aku takut ditolak,karena pada waktu itu aku gak tau cara nembak cewek,trus aku deketin dia terus caper gitu,tapi masalahnya dia sainganku waktu di kelas bro aku juga gak mau kalah ,akhirnya pas aku dibeliin hp oleh bokapku dia aku sms tiap hari tak tanyain akuperhatiin lewat hp,pas aku tembak lewat hp apa yang terjadi dia gak mau,alesannya cuma apa dia gak pengen pacaran dulu dia pengen serius sekolah dulu karena masih kecil katanya gitu,ohh ya gpp kataku mnamanya juga cinta aku bilang aku akan tunggu kamu sampai kamu mau,akhirnya uda wisudahan aku nerus ke smp 2 dia masuk smp 1,,,,,

Jumat, 06 April 2012


//NUR//

Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm.[1] Pada bidang fisika,
  1. cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. [2][3]
  2. Cahaya adalah paket partikel yang disebut foton.
Kedua definisi di atas adalah sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan sebagai warna. Bidang studi cahaya dikenal dengan sebutan optika, merupakan area riset yang penting pada fisika modern.
Studi mengenai cahaya dimulai dengan munculnya era optika klasik yang mempelajari besaran optik seperti: intensitas, frekuensi atau panjang gelombang, polarisasi dan fase cahaya. Sifat-sifat cahaya dan interaksinya terhadap sekitar dilakukan dengan pendekatan paraksial geometris seperti refleksi dan refraksi, dan pendekatan sifat optik fisisnya yaitu: interferensi, difraksi, dispersi, polarisasi. Masing-masing studi optika klasik ini disebut dengan optika geometris (en:geometrical optics) dan optika fisis (en:physical optics).
Pada puncak optika klasik, cahaya didefinisikan sebagai gelombang elektromagnetik dan memicu serangkaian penemuan dan pemikiran, sejak tahun 1838 oleh Michael Faraday dengan penemuan sinar katode, tahun 1859 dengan teori radiasi massa hitam oleh Gustav Kirchhoff, tahun 1877 Ludwig Boltzmann mengatakan bahwa status energi sistem fisik dapat menjadi diskrit, teori kuantum sebagai model dari teori radiasi massa hitam oleh Max Planck pada tahun 1899 dengan hipotesa bahwa energi yang teradiasi dan terserap dapat terbagi menjadi jumlahan diskrit yang disebut elemen energi, E.
Pada tahun 1905, Albert Einstein membuat percobaan efek fotoelektrik, cahaya yang menyinari atom mengeksitasi elektron untuk melejit keluar dari orbitnya. Pada pada tahun 1924 percobaan oleh Louis de Broglie menunjukkan elektron mempunyai sifat dualitas partikel-gelombang, hingga tercetus teori dualitas partikel-gelombang.
Albert Einstein kemudian pada tahun 1926 membuat postulat berdasarkan efek fotolistrik, bahwa cahaya tersusun dari kuanta yang disebut foton yang mempunyai sifat dualitas yang sama. Karya Albert Einstein dan Max Planck mendapatkan penghargaan Nobel masing-masing pada tahun 1921 dan 1918 dan menjadi dasar teori kuantum mekanik yang dikembangkan oleh banyak ilmuwan, termasuk Werner Heisenberg, Niels Bohr, Erwin Schrödinger, Max Born, John von Neumann, Paul Dirac, Wolfgang Pauli, David Hilbert, Roy J. Glauber dan lain-lain.
Era ini kemudian disebut era optika modern dan cahaya didefinisikan sebagai dualisme gelombang transversal elektromagnetik dan aliran partikel yang disebut foton. Pengembangan lebih lanjut terjadi pada tahun 1953 dengan ditemukannya sinar maser, dan sinar laser pada tahun 1960. Era optika modern tidak serta merta mengakhiri era optika klasik, tetapi memperkenalkan sifat-sifat cahaya yang lain yaitu difusi dan hamburan.